MAGELANG, himawan.org — Himpunan Alumni dan Wali Santri An-Nawawi (HIMAWAN) Kabupaten Magelang menggelar pertemuan dan sarasehan di kediaman Bapak Tohir, Dusun Gadingan, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Zikir dan Doa untuk Kebangsaan Indonesia Menyongsong 81 Tahun NKRI” itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan peran alumni dan wali santri Pondok Pesantren An-Nawawi dalam menghadapi tantangan zaman.
Sarasehan menghadirkan dua narasumber utama, yakni Hj. Ashfa Khoirunnisa’ dan KH. R.M. Maulana Alwi, yang memberikan nasihat, arahan, serta pandangan tentang masa depan santri, pentingnya solidaritas alumni, dan kontribusi terhadap bangsa.
Dalam pemaparannya, Hj. Ashfa Khoirunnisa’ menekankan bahwa santri harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Menurut dia, santri tidak harus terpaku pada satu profesi tertentu, tetapi harus menjadi pribadi yang cakap, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Santri harus siap menghadapi tantangan zamannya. Menjadi apa pun tidak masalah, asalkan bermanfaat, memiliki kompetensi, dan kepribadian yang baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya growth mindset atau pola pikir berkembang. Namun, ia menilai keberanian mengambil risiko sering kali berkaitan dengan adanya dukungan atau jaring pengaman dari keluarga.
“Bagi sebagian orang, kegagalan kecil bisa berdampak besar terhadap kehidupan. Karena itu, kehati-hatian bukan berarti mental lemah, tetapi bentuk tanggung jawab,” kata Hj Ashfa.
Selain itu, ia mengajak para alumni untuk membangun lingkungan pertemanan yang saling mendukung, bukan sekadar ajang pamer keberhasilan.
Hj Ashfa berharap HIMAWAN dapat berkembang menjadi “rumah bersama” yang aman dan nyaman bagi alumni untuk berbagi pengalaman, belajar, dan bertumbuh, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun keagamaan.
Ia mendukung langkah pengurus yang mulai membangun berbagai departemen, seperti perempuan, psikologi, hukum, ekonomi, dan keagamaan, serta mendorong pembentukan career center dan pusat ekonomi alumni.
Menurutnya, organisasi alumni perlu memiliki basis data yang selalu diperbarui, termasuk informasi beasiswa, rekrutmen kerja, peluang usaha, hingga program dana darurat alumni.
“Jangan merasa dibutuhkan, tetapi merasa butuh untuk menghidupi himpunan. Dengan begitu, semangat saling mengisi akan tumbuh,” tuturnya mengutip pesan para masyayikh Pondok Pesantren An-Nawawi.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun AI berkembang pesat, sentuhan manusia dan kajian kitab klasik tetap tidak tergantikan.
“Teknologi harus diselaraskan dengan keilmuan pesantren. Telaah kitab-kitab klasik jangan ditinggalkan karena menjadi sumber rujukan yang akurat,” katanya.
Sementara itu, KH. R.M. Maulana Alwi menyoroti makna kata “himpunan” dalam HIMAWAN yang menurutnya bukan sekadar wadah berkumpul, tetapi juga sarana merawat, menghimpun, dan merekrut alumni agar tetap berkhidmat kepada pondok dan para kiai.
Ia menegaskan bahwa ukuran kesuksesan bersifat relatif dan semua profesi patut dihargai selama halal dan membawa manfaat.
“Jangan hanya mengukur kesuksesan dari jabatan atau kekayaan. Semua profesi yang bermanfaat dan halal adalah mulia,” ujarnya.
KH Maulana Alwi juga mendorong alumni yang telah berhasil di berbagai bidang, seperti wirausaha, pemerintahan, maupun profesi lainnya, untuk menjadi mentor bagi para junior sebagai bentuk nyata merawat organisasi alumni.
Dalam konteks kebangsaan, ia mengingatkan bahwa santri memiliki tanggung jawab menjaga persatuan dan menghormati perjuangan bangsa menjelang peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Santri harus menjadi bagian dari kekuatan yang merawat kebangsaan Indonesia,” katanya.
Ia menutup arahannya dengan pesan agar seluruh alumni selalu bersyukur, berbaik sangka kepada Allah, dan tidak larut dalam menyalahkan takdir.
Pertemuan HIMAWAN Kabupaten Magelang tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan Pondok Pesantren An-Nawawi, kesejahteraan para alumni dan wali santri, serta keselamatan dan persatuan bangsa Indonesia menjelang peringatan 81 tahun NKRI.