WONOSOBO, himawan.org — Himpunan Alumni An-Nawawi (HIMAWAN) Wonosobo mendorong para alumni untuk kembali memperkuat silaturahmi, menghidupkan amaliah yang diperoleh selama di pondok, sekaligus membangun kemandirian ekonomi keluarga.
Pesan tersebut mengemuka dalam pertemuan alumni dan walisantri An-Nawawi yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Daerah (PD) HIMAWAN Wonosobo di kediaman Ketua PD HIMAWAN Wonosobo, Khobir, S.Sy., Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan mengusung tema “Menguatkan Silaturahmi, Menghidupkan Amaliah, dan Membangun Kemandirian Alumni.” Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi ruang bagi para alumni untuk saling menguatkan dalam kehidupan keluarga, spiritualitas, dan perekonomian.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan mujahadah dan tahlil. Para peserta juga mengikuti mujahadah Surat Al-Waqiah dan Hizib Bukhori. Setelah itu, dilakukan pembacaan Surat Keputusan (SK) dan pelantikan Pengurus Daerah HIMAWAN Wonosobo.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Ketua HIMAWAN Pusat, Ketua PD HIMAWAN Wonosobo, serta pengarahan dari pembina HIMAWAN, Ny. Hj. Ashfa Khoirunnisa, M.Si. atau yang akrab disapa Mb. U, dan KH. R.M. Maulana Alwi atau Mas. Na.
Dalam sambutannya, Ketua HIMAWAN Pusat menekankan pentingnya membangun wadah bagi alumni yang memiliki aktivitas di bidang usaha dan bisnis. Wadah tersebut diharapkan menjadi tempat berbagi pengalaman, bertukar informasi, memperluas jaringan, sekaligus membuka peluang kerja sama antarsesama alumni.
Alumni yang telah lebih dahulu berkembang dalam dunia usaha juga diharapkan tidak berjalan sendiri. Mereka didorong untuk ikut membantu alumni lain yang masih merintis usaha maupun berupaya memperbaiki kondisi perekonomian keluarganya.
“Kesuksesan itu relatif namun yang paling penting adalah bagaimana alumni saling tolong untuk sukses bersama,” kata Mas Na.
Sementara itu, Mb. U mengajak para alumni yang selama ini jarang mengikuti kegiatan HIMAWAN agar tidak merasa takut, minder, atau insecure untuk kembali berkumpul.
Menurutnya, HIMAWAN harus menjadi ruang yang nyaman bagi alumni untuk bersilaturahmi dan saling menguatkan. Perbedaan kondisi ekonomi maupun pencapaian kehidupan tidak semestinya menjadi alasan seseorang menjauh dari lingkungan alumni.
“Jangan minder untuk kembali berkumpul, Pertemuan alumni adaah wadah untuk membangun jaringan antar alumni,” katanya
Mb. U juga mendorong alumni yang telah memiliki pengalaman dan kondisi ekonomi lebih baik untuk merangkul alumni lainnya. Pertemuan HIMAWAN diharapkan tidak berhenti pada aktivitas silaturahmi, tetapi berkembang menjadi ruang berbagi pengalaman, motivasi, dan peluang.
Dalam sesi berbagi, salah seorang alumni turut menceritakan perjalanan hidupnya, termasuk ketika dirinya sempat kurang aktif dalam kegiatan HIMAWAN dan menghadapi persoalan keluarga. Dari pengalaman tersebut, Mb. U memberikan nasihat mengenai pentingnya menjaga hubungan suami istri, mengurangi rasa cemburu terhadap kesuksesan karier pasangan, serta membangun kebiasaan saling mendoakan.
Ia juga mengingatkan para alumni agar tidak meninggalkan amalan yang selama ini diajarkan di pondok.
“Kesibukan dan berbagai persoalan kehidupan setelah menjadi alumni jangan sampai membuat kebiasaan baik yang telah dibangun selama berada di pesantren hilang,” kata Mbak U.
Bagi alumni yang telah menjadi pengusaha, Mb. U berpesan agar pertemuan tidak hanya menjadi tempat menyampaikan keluhan. Sebaliknya, pertemuan harus dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman, memberikan motivasi, serta membuka peluang bagi alumni lain agar dapat berkembang bersama.
Nasihat serupa disampaikan Mas. Na. Ia kembali mengingatkan pentingnya menjaga amalan-amalan pondok yang dahulu menjadi bagian dari keseharian para santri.
Menurutnya, sebagian alumni mulai meninggalkan amalan yang dahulu rutin dilakukan. Padahal, amalan tersebut merupakan bekal penting untuk menjalani kehidupan setelah keluar dari pondok.
Mas. Na juga mengingatkan para alumni agar tidak mudah merasa gagal ketika melihat pencapaian orang lain. Menurutnya, ukuran kesuksesan setiap orang berbeda.
Kesuksesan tidak selalu harus diukur dari banyaknya harta, jabatan, atau pencapaian materi.
“Setiap orang memiliki perjalanan, tanggung jawab, dan ukuran keberhasilan masing-masing,” kata Mas Na.
Karena itu, alumni diminta untuk terus berusaha, bersyukur, menjalankan tanggung jawab, serta tetap menjaga nilai dan amalan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pondok.
Pelantikan PD HIMAWAN Wonosobo diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi sebagai wadah bersama bagi para alumni. HIMAWAN tidak hanya diharapkan menjadi tempat bernostalgia, tetapi juga ruang untuk menjaga amaliah, menguatkan keluarga, membangun kemandirian ekonomi, serta membuka jaringan dan peluang usaha.