JOMBANG, himawan.org– Lebih dari 6.000 jamaah thariqah berkumpul di Pondok Pesantren Al-Amanah 2 Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Selasa malam (25/8/2026).
Mereka mengikuti Istighatsah dan Manaqib Kubro yang digelar Idarah Aliyyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN). Dalam kesempatan tersebut, Rais Ali Idarah Aliyyah JATMAN KH Achmad Chalwani Nawawi mengijazahkan Hizib Bukhori kepada para jemaah.
Majelis tersebut tidak hanya digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ikhtiar spiritual menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan berlangsung di Tambakberas.
Dengan mengusung tema “Memperkokoh Ruhaniyyah dan Memperkuat Moralitas untuk Kemaslahatan Bangsa”, kegiatan itu diikuti pengamal thariqah dari berbagai daerah, pengurus JATMAN, serta para kiai dan ibu nyai pengasuh pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Mudir Ali JATMAN masa khidmah 2024–2029, Prof. Dr. KH Ali Masykur Musa, mengatakan penguatan ruhani menjadi penting karena dimensi spiritual dinilai mampu mempertemukan berbagai perbedaan.
Menurut dia, para pengamal thariqah memiliki peran dalam menjaga kebersamaan dan kesejukan, terutama menjelang forum besar NU tersebut.
“Kita sengaja mengambil tema ini untuk memperkokoh ruhaniyah. Ruhaniyah yang mempertemukan silaturahim ruhaniyah. Hanya dengan ruhani itulah yang berbeda dapat dipertemukan menjadi satu,” ujar Ali Masykur Musa dalam tausiyahnya.
Ia menuturkan, persatuan yang dibangun melalui penguatan spiritual diharapkan tidak hanya berdampak bagi internal NU, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Dari ujung menjadi satu. Satu untuk Nahdlatul Ulama, Nahdlatul Ulama untuk Indonesia, dan Indonesia untuk perdamaian dunia,” katanya.
Doakan Muktamar NU Berjalan Adem dan Rukun
Ali Masykur juga mengajak para ahli dzikir dan pengamal thariqah untuk mendoakan para pemangku kebijakan serta pengambil keputusan dalam Muktamar NU ke-35.
Menurut dia, dzikir yang dilakukan secara istiqamah merupakan bagian dari ikhtiar batin untuk memperkuat ruhani sekaligus menjaga suasana tetap sejuk.
“Kita doakan para pengambil kebijakan, para pengambil keputusan Muktamar NU disatukan melalui doa JATMAN. Semoga muktamarnya adem, ayem, rukun, dan guyub,” tuturnya.
Ia berharap Istighatsah dan Manaqib Kubro menjadi bagian dari ikhtiar agar Muktamar NU ke-35 dapat berlangsung aman dan lancar serta menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.
Kegiatan tersebut dihadiri Rais Ali Idarah Aliyyah JATMAN KH Achmad Chalwani Nawawi, Katib Ali KH M. Zainal Arifin Ma’shum, Mudir Ali Prof. Dr. KH Ali Masykur Musa, serta Sekretaris Umum Dr. KH Ali M. Abdillah.
Hadir pula jajaran Idarah Wustho JATMAN se-Indonesia dan Idarah Syu’biyyah JATMAN dari sejumlah wilayah di Jawa dan Lampung.
Tuan rumah kegiatan, Dr. KH Abdul Kholiq Hasan, M.H.I., menyambut antusias pelaksanaan Istighatsah dan Manaqib Kubro di Pondok Pesantren Al-Amanah 2.
KH Achmad Chalwani Beri Ijazah Hizib Bukhari
Selain istighatsah dan manaqib, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemberian ijazah Hizib Bukhari kepada ribuan jamaah.
Ijazah tersebut diberikan oleh Rais Ali Idarah Aliyyah JATMAN KH Achmad Chalwani sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan amaliah dan tradisi keilmuan ulama.
KH Achmad Chalwani menjelaskan, riyadhah Hizib Bukhari dapat menjadi salah satu ikhtiar spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan keagamaan, khususnya persoalan akidah.
“Untuk menghadapi bencana akidah, adakanlah riyadhah Hizib Bukhari. Di Jawa Tengah, cabang-cabang NU diadakan riyadhah Shahih Bukhari dan Hizbul Bukhari,” ungkapnya.
Pemberian ijazah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan sanad keilmuan dan amaliah ulama agar tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui majelis tersebut, JATMAN menegaskan pentingnya dzikir dan tradisi tasawuf sebagai kekuatan spiritual untuk memperkuat persaudaraan, moralitas, dan persatuan umat.
Menjelang Muktamar NU ke-35, ribuan jamaah yang berkumpul di Tambakberas pun membawa harapan yang sama agar forum tersebut berlangsung damai, lancar, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi Nahdlatul Ulama, umat, dan bangsa.
“Semoga para jemaah semua diberikan kelancaran dalam mengikuti Muktamar,” kata Pengasuh Ponpes An-Nawawi Berjan Purworejo ini.