Berita

Karomah Mbah Mad Watucongol: Mantan Penjudi Sabung Ayam Boyolali Bertobat, Pulang Haji Langsung Bangun Masjid

MAGELANG — KH. Ahmad Abdul Haq Dalhar atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Mad Watucongol, Magelang dikenal sebagai seorang kyai yang masyhur akan karomah dan kewaliannya.

Salah satu karomah ulama besar pengasuh Pesantren Darussalam Watucongol ini membuat penjudi sabung ayam bertaubat.

Karomah tersebut membawa perubahan hidup luar biasa bagi seorang mantan penjudi sabung ayam asal Boyolali, dari kehidupan gelap menuju jalan taubat hingga menjadi penggerak pembangunan masjid di desanya.

Kisah tersebut disampaikan langsung oleh KH Achmad Chalwani, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, yang juga merupakan menantu Mbah Mad melalui kanal youtube KH Achmad Chalwani.

KH Achmad Chalwani menceritakan, dahulu ada seorang laki-laki asal Boyolali yang dikenal sangat kaya raya. Namun, kekayaannya berasal dari dunia perjudian, khususnya sabung ayam dan permainan taruhan lainnya. Meski memiliki harta melimpah, orang tersebut belum mau melaksanakan shalat.

“Ono Wong wis duwe duit akeh Wong Boyolali. Niku mantan tukang adu jago,” tutur KH Achmad Chalwani.

Suatu hari, lelaki tersebut sowan ke Watucongol menemui Mbah Mad. Ia menyampaikan keinginannya untuk menunaikan ibadah haji. Namun, ia dengan jujur mengaku belum mau melaksanakan salat.

Permintaan itu terkesan janggal, sebab secara umum ibadah haji identik dengan kesempurnaan rukun Islam, termasuk salat.

Menariknya, Mbah Mad tidak serta-merta menolak. Dengan kebijaksanaan khas seorang wali, Mbah Mad justru memperbolehkannya mendaftar haji tanpa memaksanya shalat terlebih dahulu.

“Orang itu tobat siwan Mbah Mad terus matur “Mbah kulo gadah arto kathah, kulo kepingin haji ning dereng ajeng shalat,” Kata KH Achmad Chalwani menirukan nucapan orang tersebut.

KH Achmad Chalwani menyebut, Mbah Mad mempersilahkan orang tersebut untuk mendaftar haji. Mbah Mad juga menyebut shalat tidak menjadi syarat haji.

“Mah Mad Ngendiko “Ywes kono rapopo daftar haji, raono syarat e haji kudu shalat sek” Ngono ngendikane Mbah Mad,” kata KH Achmad Chalwani menirukan Mbah Mad

Sikap ini kelak menjadi titik awal perubahan besar dalam hidup orang yang berasal dari Boyolali tersebut. Proses manasik haji pun dijalani. Namun selama manasik, lelaki itu tetap belum melaksanakan shalat, meski mendapat pertanyaan dan keheranan dari jamaah lain.

Ia beralasan bahwa Mbah Mad telah mengizinkannya fokus pada niat berhaji terlebih dahulu.

Hingga akhirnya, ia berangkat haji pada gelombang pertama dan tiba di Madinah. Di sanalah karomah Mbah Mad diyakini mulai tampak nyata. Selama dua hari di Madinah, lelaki tersebut menangis tersedu-sedu, merasakan kegelisahan batin yang mendalam, hingga muncul keinginan kuat dalam hatinya untuk bisa melaksanakan salat.

“Tekan Madinah, rong dina nangis ngguguk kepingin bisa salat. Ini karomahe (Mbah Mad) nang kene. Akhire njaluk dituntun kanca-kancane njuk gelem shalat,” ungkap KH Achmad Chalwani.

Sejak saat itu, ia mulai menjalankan shalat dengan penuh kesadaran. Sepulang dari Tanah Suci, perubahan sikapnya sangat mencolok. Ia pulang sebagai pribadi baru yang taat beribadah.

Tak hanya itu, setibanya di kampung halaman, ia menantang warga satu desa untuk bersama-sama membangun masjid. Ia bahkan berjanji menanggung separuh biaya pembangunan.

“Tekan ngomah nantang wong sak deso, nantang bangun masjid,” katanya.

Setelah masjid selesai, ia kembali menggerakkan warga untuk membangun jalan desa, lagi-lagi dengan komitmen membiayai setengah dari total kebutuhan.

KH Achmad Chalwani sendiri sempat hadir mewakili Mbah Mad dalam acara syukuran haji di Boyolali. Ia menyaksikan langsung bagaimana rumah mewah sang mantan penjudi itu menjadi saksi perjalanan hidup yang berbalik arah secara total.

“Kisah ini menjadi pelajaran, bahwa Allah Maha Membolak-balikkan hati manusia. Wong ala banget bisa dadi apik banget. Mula aja sok rumangsa paling hebat, dan paling kuat imane, amarga urip iki durung mesti,” pesan KH Achmad Chalwani.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *