Berita, Kegiatan Alumni

Himawan Meranti Gelar Haul Mas H. M. Khoirul Fata dan Bukber, Ini Pesan Penting untuk Santri dan Alumni

KEPULAUAN MERANTI, himawan.org– Suasana khidmat sekaligus hangat terasa dalam peringatan haul Mas H. M. Khoirul Fata yang digelar Himpunan Alumni dan Wali Santri An-Nawawi (Himawan) bersama para santri Pondok Pesantren An-Nawawi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini berlangsung di kediaman K.H. Muhammad Khozin di Gang Famili, Jalan Pelajar, Desa Alah Air Timur.

Sekitar 50 peserta yang terdiri dari alumni, wali santri, dan santri hadir dari berbagai wilayah, seperti Rangsang, Rangsang Pesisir, Sungai Anak Kamal, Mantiasa, Semukut, hingga Alah Air Timur.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarat makna spiritual. Lebih dari itu, haul kali ini juga sebagai ajang silaturahmi antar alumni dan wali santri Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan.

Dalam tausiyahnya, Kyai Abdul Rouf menegaskan bahwa haul bukan sekadar ritual tahunan untuk mengirim doa kepada yang telah wafat.

“Haul Mas H. M. Khoirul Fata (putra dari KH Achmad Chalwani) ini bukan sekadar kita mengirim doa, melainkan wujud adab kita sebagai santri untuk menyambungkan ruhani dengan beliau,” ujarnya dalam mau’idhotul hasanah.

Ia menjelaskan, dalam tradisi pesantren, haul memiliki makna yang lebih dalam. Secara bahasa (lughatan), haul memang dapat dimaknai sebagai sedekah yang ditujukan kepada shahibul haul. Namun secara istilah, haul adalah wasilah atau perantara yang menghubungkan batin seorang murid dengan gurunya.

“Pada hakikatnya, haul merupakan washilah yang mengantarkan ruhani murid kepada gurunya,” tambahnya.

Sementara itu, pengurus Himawan Kabupaten Kepulauan Meranti, Fuji Rizqiono, menekankan pentingnya peran Himawan sebagai wadah pengabdian bagi alumni dan wali santri.

Menurutnya, keberadaan Himawan tidak hanya sebagai organisasi formal, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga hubungan spiritual dan sosial dengan para guru.

“Sesuai namanya, Himawan ini menjadi wadah pengabdian bagi alumni dan wali santri An-Nawawi. Kami mengajak seluruh anggota untuk terus proaktif mengabdi kepada guru melalui Himawan Kepulauan Meranti,” kata Fuji.

Hal senada disampaikan Ketua Panitia, Muhammad Syafi’i. Ia menegaskan bahwa kegiatan haul dan buka bersama ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk mempererat hubungan antaralumni dan santri.

“Ini adalah wahana bagi santri dan alumni untuk saling mengenal serta menyambung tali silaturahmi antara murid dan guru. Harapannya, tidak ada lagi santri yang tidak mengenal alumninya, khususnya dalam mengenal guru kita tercinta,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan haul diisi dengan mujahadah tahlil, mau’idhotul hasanah, serta doa bersama. Suasana semakin hangat saat seluruh peserta melanjutkan dengan buka puasa bersama dan shalat Maghrib berjamaah.

Melalui kegiatan ini, nilai-nilai khas pesantren seperti adab, penghormatan kepada guru, serta pentingnya menjaga sanad keilmuan kembali ditegaskan.

Haul tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga ruang refleksi spiritual yang memperkuat ikatan batin antara santri, alumni, dan para guru mereka.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *