KEBUMEN,himawan.org – Malam di Masjid Nurul Yaqin, Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen, terasa berbeda pada Sabtu (14/03/2026). Di penghujung bulan suci Ramadhan 1447 H, puluhan anak yatim duduk rapi di serambi masjid. Wajah mereka tampak cerah, sebagian tersenyum malu-malu, menanti rangkaian kegiatan santunan yang digelar oleh Lembaga Amal Himawan (LAH) Kebumen bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Wonosari.
Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti kegiatan malam itu. Di tengah lantunan doa dan pengajian singkat, santunan diberikan kepada 40 anak yatim yang berasal dari desa setempat. Bagi mereka, perhatian sederhana itu menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri.
Ketua Pengurus Ranting NU Desa Wonosari, KH. Muhammad Lutfi, menyampaikan apresiasi atas kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara LAH dan pengurus ranting NU ini merupakan langkah baik yang patut dipertahankan.
“Kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat. Semoga kedepan kolaborasi serupa dapat dipertahankan. Bila memungkinkan, bisa dikembangkan dalam skala yang lebih luas lagi,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat, baik anak-anak yatim yang menerima santunan, para donatur, maupun para pengurus yang menginisiasi kegiatan tersebut.
Di kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Amal Himawan (LAH) Kebumen, Chafidz Mubarok, menjelaskan bahwa santunan kali ini diberikan kepada 40 anak yatim yang berada di Desa Wonosari. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Terimakasih banyak kepada semua donatur yang telah berkenan menyisihkan hartanya untuk anak yatim. Terimakasih juga kami sampaikan kepada segenap pengurus ranting NU Wonosari atas kerjasama yang baik ini. Semoga kita semua dapat istiqamah dalam kebaikan,” harapnya.
Chafidz menambahkan, santunan ini merupakan bagian dari berbagai program sosial yang selama ini dijalankan oleh LAH. Selain santunan untuk anak yatim, lembaga tersebut juga aktif menyalurkan bantuan bagi lansia dan kaum dhuafa.
Tidak hanya itu, LAH juga turut mendukung penyelenggaraan pendidikan Islam dan kegiatan dakwah. Lembaga tersebut juga berkomitmen memberikan beasiswa bagi siswa maupun santri berprestasi yang berasal dari keluarga pra sejahtera.
Program sosial kemanusiaan juga menjadi perhatian LAH, mulai dari bantuan kebencanaan, penanganan difabel, pendampingan anak putus sekolah, hingga berbagai persoalan sosial lainnya di masyarakat.
“Kita saat ini juga sedang fokus mendorong pemberdayaan ekonomi bagi kaum dhuafa,” pungkasnya.
Bagi anak-anak yang hadir malam itu, kegiatan tersebut meninggalkan kesan tersendiri. Salah satu peserta santunan, Fatiya, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Selain mengikuti pengajian, ia juga menerima uang saku menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Hal serupa dirasakan oleh Nabila. Ia merasa bahagia dan bersyukur atas perhatian yang diberikan.
“Seneng, bisa buat bekal lebaran besok. Terimakasih banyak, semoga berkah dan bermanfaat,” kata keduanya.
Di tengah malam Ramadhan yang semakin mendekati akhir, senyum anak-anak itu menjadi pengingat sederhana bahwa kepedulian kecil dapat menghadirkan harapan besar bagi mereka yang membutuhkan.