Artikel

Mujahadah Waqiah Himawan Putri Digelar Tatap Muka, Ini Pesan Hj. Ashfa Khoirunnisa

PURWOREJO, himawan.org– Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan terasa dalam kegiatan Mujahadah Waqiah Fadhilah dan Doa Offline Himawan Putri yang digelar di Auditorium KH Nawawi Shiddiq IAI An-Nawawi.

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi alumni perempuan sekaligus momentum memperkuat spiritualitas melalui mujahadah dan doa bersama. Acara tersebut digelar pada Minggu (17/5/2026).

Acara tersebut diikuti para alumni Himawan Putri dari berbagai angkatan. Mereka hadir untuk mempererat hubungan antarsesama alumni sekaligus mengikuti mujahadah waqiah secara tatap muka setelah selama ini lebih banyak dilakukan secara daring maupun terbatas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Ummul Kitab, kemudian dilanjutkan qiraah oleh Ani Nurul Lailiyah, S.H. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars An-Nawawi secara bersama-sama.

Ketua panitia, Sukapti, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga upaya menjaga semangat kebersamaan para alumni perempuan agar tetap terhubung dalam wadah Himawan Putri.

Dalam sambutannya, Kapti mengajak seluruh alumni untuk terus solid dan aktif berkhidmah kepada para masyayikh dengan cara mengikuti berbagai program organisasi yang telah dijadwalkan.

“Sebagai alumni, kita harus selalu solid dan terus berkhidmah kepada masyayikh dengan cara mengikuti program-program Himawan, seperti Mujahadah Waqiah dan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sesi arahan, Hj. Ashfa Khoirunnisa’, M.S.I. menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa perempuan harus tetap berkhidmah sesuai dengan caranya masing-masing serta senantiasa patuh kepada orang tua, suami, maupun guru.

Ia juga menjelaskan bahwa doa memiliki kekuatan besar apabila dilakukan secara istiqamah. Menurutnya, doa merupakan afirmasi positif yang apabila terus diulang akan menjadi kenyataan dalam kehidupan.

“Doa adalah afirmasi positif. Ketika doa terus diulang-ulang, lama-kelamaan akan menjadi fakta dan kenyataan,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Hal-hal sederhana yang dilakukan secara istiqamah, kata dia, sering kali menjadi pertolongan untuk urusan yang lebih besar. Pesan tersebut dikaitkan dengan pentingnya melanggengkan amalan waqiah dalam kehidupan sehari-hari.

“Perjalanan seribu mill dimulai dari langkah awal yang kecil. Hal hal kecil yang istiqomah sering menjadi pertolongan hal-hal yang besar,” katanya.

Usai sambutan dan arahan, acara dilanjutkan dengan Mujahadah Waqiah Fadhilah dan doa bersama yang dipimpin oleh Nyai Ni’mah Masruroh. Seluruh peserta tampak mengikuti rangkaian doa dengan penuh kekhusyukan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, sesi foto bersama, serta mushafahah antar peserta yang semakin mempererat suasana kekeluargaan di antara alumni.

Panitia berharap kegiatan Mujahadah Waqiah Fadhilah dapat terus menjadi agenda rutin Himawan Putri ke depan. Tidak hanya itu, mereka juga berharap kegiatan serupa nantinya dapat dikembangkan dengan tambahan kajian kitab agar manfaat yang dirasakan para alumni semakin luas.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Himawan Putri diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi alumni, tetapi juga ruang bagi perempuan untuk terus belajar, berkhidmah, dan menjaga nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *